Rabu, 17 Juni 2009

Tergantung Kecocokan Harga
Senin, 15 Juni 2009

ImagePekanbaru - Siapa yang tak kepingin berlaga bersama tim berlabel liga super. Di samping sarat gengsi, nilai jual otomatis naik. Apalagi kalau mampu memberikan prestasi dan menjadi salah satu pilar di tim inti akan menjadi dambaan setiap pemain profesional.
Hal itu juga berlaku bagi Dedi Gusmawan, pria kelahiran Tanjung Morawa, 27 Desember 1985 ini. Pemain yang diberi kepercaan oleh coach Abdul Rahman Gurning menjaga lini pertahanan PSPS ini memang tegolong cekatan dan tanpa kompromi.

Terlihat dalam setiap penampilannya sebagai pemain inti. Kerap berjibaku dan jatuh banangun dengan pemain depan lawan mengamankan pertahanan. Apalagi Dedi diberi kepercayan sebagai libero alias pemain yang menjadi tulang punggung setelah kiper.

‘’Pokoknya kalau pelatih memberikan kepercayaan kepada kita. Kita harus selalu siap, Bang,’’ terangnya ketika dihubungi Pekanbaru Pos via ponsel, Senin (15/6).

Dedi mengaku mulai mengenal dan menekuni sepakbola secara serius tahun 2000 di Sekolah Sepakbola (SB) IKEPSI di kampung halamannya. Berawal dari SSB di negeri pecahan Riau inilah ia meniti karier sebagai pemain profesional.

Puncaknya sebagai anak daerah ia dilirik klub yang sudah mempunyai nama besar di kancah sepakbola nasional, PSDS Deli Serdang. Dedi lolos seleksi memperkuat PSDS di divisi utama musim 2006/2007.

Dengan kultur sepakbola gaya anak Medan ini pula mulai musim kompetisi divisi utama 2008/2009 manajemen Askar Bertuah memboyongnya ke Pekanbaru.

Dedi membuktikannya dengan penampilan yang stabil dan gemilang setiap duel yang dilakoninya. Meskipun ala anak Medan dengan rap-rap terkesan setiap penampilannya, tapi ia sukses mempersembahkan tim fair play dan peringkat ketiga bagi PSPS yang otomatis lolos ke super liga.

Saat ditanya bagaimana kemungkinan ke depan. Dedi menyambut rencana manajemen PSPS yang telah secara lisan mengontaknya. ‘’Tapi semua tergantung kecocokan harga lah, Bang. Apalagi PSPS sudah berada di kompetisi tertinggi di Indonesia’’ terangnya.(btr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar