| Senin, 15 Juni 2009 | |
Pekanbaru - Siapa yang tak kepingin berlaga bersama tim berlabel liga super. Di samping sarat gengsi, nilai jual otomatis naik. Apalagi kalau mampu memberikan prestasi dan menjadi salah satu pilar di tim inti akan menjadi dambaan setiap pemain profesional.Hal itu juga berlaku bagi Dedi Gusmawan, pria kelahiran Tanjung Morawa, 27 Desember 1985 ini. Pemain yang diberi kepercaan oleh coach Abdul Rahman Gurning menjaga lini pertahanan PSPS ini memang tegolong cekatan dan tanpa kompromi. Terlihat dalam setiap penampilannya sebagai pemain inti. Kerap berjibaku dan jatuh banangun dengan pemain depan lawan mengamankan pertahanan. Apalagi Dedi diberi kepercayan sebagai libero alias pemain yang menjadi tulang punggung setelah kiper. ‘’Pokoknya kalau pelatih memberikan kepercayaan kepada kita. Kita harus selalu siap, Bang,’’ terangnya ketika dihubungi Pekanbaru Pos via ponsel, Senin (15/6). Dedi mengaku mulai mengenal dan menekuni sepakbola secara serius tahun 2000 di Sekolah Sepakbola (SB) IKEPSI di kampung halamannya. Berawal dari SSB di negeri pecahan Riau inilah ia meniti karier sebagai pemain profesional. Puncaknya sebagai anak daerah ia dilirik klub yang sudah mempunyai nama besar di kancah sepakbola nasional, PSDS Deli Serdang. Dedi lolos seleksi memperkuat PSDS di divisi utama musim 2006/2007. Dengan kultur sepakbola gaya anak Medan ini pula mulai musim kompetisi divisi utama 2008/2009 manajemen Askar Bertuah memboyongnya ke Pekanbaru. Dedi membuktikannya dengan penampilan yang stabil dan gemilang setiap duel yang dilakoninya. Meskipun ala anak Medan dengan rap-rap terkesan setiap penampilannya, tapi ia sukses mempersembahkan tim fair play dan peringkat ketiga bagi PSPS yang otomatis lolos ke super liga. Saat ditanya bagaimana kemungkinan ke depan. Dedi menyambut rencana manajemen PSPS yang telah secara lisan mengontaknya. ‘’Tapi semua tergantung kecocokan harga lah, Bang. Apalagi PSPS sudah berada di kompetisi tertinggi di Indonesia’’ terangnya.(btr) |
Rabu, 17 Juni 2009
Tergantung Kecocokan Harga
SMKN 1 Seratus Persen
| Selasa, 16 Juni 2009 | |
SECARA umum ada penurunan tingkat kelulusan siswa SMK. Namun itu tak berlaku di SMK Negeri 1 Pekanbaru. Di sekolah itu, tahun ini justru semua siswa yang ikut UN, lulus 10 persen. Kepala SMK Negeri 1 Pekanbaru, Drs Muhammad Amin, tak henti-hentinya mengucap syukur atas prestasi lulus 100 itu.Di SMKN 1, prestasi 10 besar nilai tertinggi untuk UN kali ini diborong jurusan Akuntansi. Sembilan siswa Akuntansi masuk sebagai 10 terbaik dan hanya satu dari jurusan Administrasi Perkantoran. Nilai tertinggi untuk UN kali ini di sekolah tersebut yakni 9,479 (37,89) disabet oleh Leni Marlina dari jurusan Akuntasi (AK). ‘’Alhamdulilah, saya bersyukur kepada Allah SWT, ini merupakan hasil nyata kerja keras keluarga besar SMK Negeri 1,’’ ujarnya, Senin (15/6) sore usai mengumumkan hasil UN. Sekolah kejuruan dengan moto mempersiapkan peserta didik yang terampil, siap bersaing di dunia usaha dan industri ini memiliki lima jurusan, yakni Akuntasi, Tekhnik Informatika, Usaha Jasa Pariwisata, Administrasi Perkantoran, dan Marketing. Menurut Amin, umumnya lulusan sekolah ini tak kesulitan mencari kerja. ‘’Sekitar 75 persen lulusan SMKN 1 Pekanbaru diterima oleh dunia usaha dan industri. Untuk itu kita patut berbangga dan terus eksis meraih hasil yang lebih baik dengan mempertahankan hasil yang sudah didapat,’’ katanya optimis. Suasana gembira bercampur haru terlihat di setiap wajah keluarga besar SMKN 1 Pekanbaru ketika detik-detik hasil UN diumumkan. ‘’Teruskan perjuangan kalian, Nak. Apa yang sudah kalian raih di sini belum seberapa, jawablah tantangan di depanmu dengan terus berkarya,’’ ujar Amin dalam pidatonya di tengah tangis bahagia para siswa. Memiliki modal keterampilan yang diberikan pihak sekolah selama tiga tahun, Amin menyarankan kepada pelajar yang lulus untuk segera melanjutkan cita-cita yang diinginkan. ‘’Skill dan kemampuan dasar sudah mereka miliki. Pihak sekolah mendukung mereka, apakah ingin langsung bekerja atau kuliah. Dan lebih bagus lagi bekerjalah sambil kuliah,’’ saran Amin. Dari 10 besar nilai tertinggi dalam UN yang diraih SMKN 1 Pekanbaru menempatkan tiga besar di antaranya Leni Marlina dengan nilai 9,473 (37,89), Devi Listia Ningsih dengan nilai 9,437 (37,35), Novitra Hendri dengan nilai 9,325 (37,35) dari jurusan Akuntansi.(poe) |
Selasa, 16 Juni 2009
PSPS Segera Diverifikasi
| Rabu, 10 Juni 2009 | |
PEKANBARU - Sukses promosi ke Indonesia Super League (ISL), musim depan, Persisam, Persema, dan PSPS rupanya belum bisa beristirahat. Pasalnya, sejumlah agenda penting menyangkut verifikasi untuk memperoleh lisensi klub profesional harus dikebut bulan ini.Agenda terdekat adalah mereka harus membuat badan hukum klub yang berorientasi bisnis, mempersiapkan stadion standar ISL, serta manajemen dan ofisial sesuai klasifikasi ISL. ‘’Semua akan kami verifikasi ulang, termasuk infrastruktur yang sekarang ini selalu menjadi hambatan,’’ papar Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono. Menurut Joko, BLI tak akan memberikan keringanan pada tim-tim yang tak punya stadion layak. '’Tak akan ada lagi tim musafir, semua tim harus memiliki home sendiri, tak peduli berkandang di mana,’’ tuturnya. Bagi PSPS, semua persyaratan ke arah klub profesional saat ini tengah dipersiapkan termasuk rencana renovasi Stadion Rumbai ‘’Kita saat ini tengah berupaya melakukan rencana persiapan verifikasi itu termasuk badan hukum. Kita yakin kandang kita tetap Stadion Rumbai,’’ Manajer PSPS, Destrayani Bibra, meyakinkan. Rumbai lanjutnya hanya tinggal merenovasi menaikkan kategorinya dari klasifikasi B menjadi kategori A untuk ukuran klub profesional di Tanah Air. Sementara bagi Persema, syarat-syarat tim profesional tinggal selangkah lagi. Mengingat Stadion Gajayana Malang sudah mendapat restu BLI. Namun, keberadaan badan hukum bisa menjadi ganjalan. ‘’Kami sedang bahas badan hukum yang cocok agar tidak kesulitan dalam pendanaannya, kelak,’’ ujar Bambang DH Sunyono, Sekretaris Kota Malang yang juga Wakil Ketua Pengcab PSSI Kota Malang. Beberapa bulan lalu, WaliKota Malang, Peni Suparto, yang juga Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang sempat menggelar acara untuk Persema bersama pengusaha Kota Apel itu. Konon kini sedang digodok model kepemilikan dan pengelolaan bersama antara Pemko Kota Malang serta pengusaha atau pihak swasta.(btr) pekanbaru pos.com |
Langganan:
Komentar (Atom)
Pekanbaru - Siapa yang tak kepingin berlaga bersama tim berlabel liga super. Di samping sarat gengsi, nilai jual otomatis naik. Apalagi kalau mampu memberikan prestasi dan menjadi salah satu pilar di tim inti akan menjadi dambaan setiap pemain profesional.
SECARA umum ada penurunan tingkat kelulusan siswa SMK. Namun itu tak berlaku di SMK Negeri 1 Pekanbaru. Di sekolah itu, tahun ini justru semua siswa yang ikut UN, lulus 10 persen. Kepala SMK Negeri 1 Pekanbaru, Drs Muhammad Amin, tak henti-hentinya mengucap syukur atas prestasi lulus 100 itu.
PEKANBARU - Sukses promosi ke Indonesia Super League (ISL), musim depan, Persisam, Persema, dan PSPS rupanya belum bisa beristirahat. Pasalnya, sejumlah agenda penting menyangkut verifikasi untuk memperoleh lisensi klub profesional harus dikebut bulan ini.